(untuk orang yang tetap tegar di masa getir)
Aku tetap menanti di sisa tua
Menanti dia datang sasi sapta
Menanti:
membangun puing-puing ini
menyeka air mata ini
menyalakan sisa unggun yang suam ini
Ya… dia akan datang
dan di sini, akan kusiapkan atap untuk
dia terlelap
kubentangkan halaman yang teduh pepohonan
Dia pasti akan datang
Tanpa tahu puing dan air mata
kunanti dia
Itu kenapa aku susun bata tua
Itu kenapa aku tata genting tua

Juni 2007