Inilah harapanku yang bisa aku rangkai dalam aksara sederhana, mengantarmu menapaki tiap bebatuan yang makin lama makin tinggi

Inilah pikiran-pikiranku yang kutulis dengan kesadaran, menatap langkahmu melewati arus sungai yang deras

Inilah bahasaku yang tercetus dari bibir yang tak hebat bertutur, menunggumu pulang setelah lama sekian badai mengoyak

Terima kasih Kristus untuk tiap air mata, senyuman, dan genggaman tangan Aku akan berlalu suatu waktu nanti dalam debu, Kristus tak berubah dan kekal teguh, nama itu sanggup menyatukan elemen-elemen tubuhku yang tercerai

Inilah yang bisa aku rangkum, energi yang menjadi kawanmu, meski baru dua warsa dari waktumu, simpan dan banggakanlah…