Memandangi bulan sabit yang semakin redup ke arah Barat. Merasakan angin, yang perlahan namun pasti, membawa hasrat kehidupan. Merindukan tempat berdiang yang akan menghangatkan lelaku malam. Bermacam pertanyaan tersedia untuk memahami makna sebuah pengejawantahan. Pengejawantahan seorang sahabat yang melampaui kehadiran makna ragawi. Bahkan terlalu dangkal bila harus diukur dengan ketulusan sanubari. Sebab api yang abadi telah melebur segala ambisi yang setegar batu karang

Sahabat tidak akan pernah pergi dengan menyisakan sepotong bulan sabit Yang sinarnya semakin redup. Namun dia akan sisakan janji bahwa di kemudian hari dia akan terbit dan berpijar. Seorang sahabat akan hadir bersama dengan pikiran yang jujur.  Nasihatnya bertutur tentang bawana, menyambung benang-benang yang teriris dan terkoyak. Kerinduan dalam hati seorang sahabat adalah sebuah api unggun. Yang akan terus menyala dan mengantar kehangatan. Untuk mencintai bersama, di mana kita semua mengawal malam panjang

20 Februari 2001