Waktu telah mengurai rahasia kita, dalam jelang malam aku menjagai tidurmu, nyenyaklah di pundakku, setiap air mata yang melukis wajahmu, tak kutolak untuk mengusapnya, menangislah demi redanya gentarmu, dan damailah disisiku.
Tiada lagi rahasia yang tersembunyi, antara kita, peganglah uluran tanganku, genggamlah…selama kita bisa mengikis waktu–bersama.

Jangan lagi ragu, sayang. Melangkahlah, aku sayang dirimu dan misterimu

13 Agustus 2002