Aku suka bernyanyi tapi hanya untuk konsumsi sendiri. Dengan menggenjreng gitar, terkadang memetiknya. Pernah suatu kali aku bernyanyi di depanmu saat kau sedang terbaring sakit. Menyanyikan lagu kesukaanku. Dan pada akhirnya kau suka juga lagu itu.

Sekarang, di tempat ini, di sebuah ruang kecil: ruang karaoke. Kita bernyanyi. Waktu satu jam lebih banyak aku pakai untuk mendengar suaramu. Mulai lagu dangdut hingga lagu-lagu pop terbaru. Kau menghapalnya dan tampak mengahayatinya. Ada beberapa lagu yang kau tujukan untukku. Terima kasih. Terima kasih untuk suara merdumu; yang menghiburku. Menghibur kita, meski kita tidak sedang bersedih. Tapi kita perlu waktu-waktu seperti ini. Meski keluar biaya sedikit mahal, tetapi waktu ini sangat berharga buatku.

Teruslah bernyanyi…di hatiku, biar setiap lagu itu menghadirkan makna di ruang hati. Hati kita.