Seringkali aku memilih diam dalam menghadapi semua. Seringkali aku tak bisa berkata sama sekali. Aku lebih banyak diam. Meninggalkanmu sendiri.
Tak ada kawan berbagi
. Bercerita
. Melipur.
Tuhan, beri aku kasih-Mu yang sejati. Serbuk kasih yang disebarkan Sang Kristus di atas hamparan padang kembang. Beri aku hati Kristus. Hati yang tak hanya mencicip yang manis namun juga yang mereguk yang pahit.

Jangan mengharap sesuatu yang lebih dari padaku. Dan aku tahu, kamu tak begitu.
Pundak Kristus sungguh jauh lebih kuat. Langkah Kristus-lah yang terpasti. Gandeng tangan-Nya tak tergantung pada kemampuan manusia.
Senyum Kristus juga yang terindah.
Melegakan.
Menyejukkan.
Menenteramkan.
Dan DIA tak pernah diam, seperti halnya diamku. Kepadamu.