Bunda, terima kasih
Kau menyediakan ruang rahim untuk tempatku singgah
Tempat persinggahan yang telah menumbuhkan jemari tangan kaki
Tempat persinggahan yang telah menenun sepasang daun telinga
Tempat persinggahan yang sudah menyelipkan dua bola mata
Tempat persinggahan yang membuka katup celoteh
Tempat persinggahan yang mengantar nafas pada rongga hidung
Tempat terhangat untukku tetap nyenyak
Tempat persinggahan sebelum mengawal perjalanan

Bunda, terima kasih
Untuk setiap senandung yang kau gubah
Sederhana, tetapi membuaikan aku dalam timangan
Terima kasih, sudah mengganggu mimpiku ketika aku terlambat bangun
Dan terima kasih…
Ada masakan yang nikmat pada hari-hariku
Ada tempe yang gurih
Ada sambal terasi
Ada sayur terong
Kesukaanku…
!Mak nyuss…

Bunda, terima kasih
Untuk senyummu yang menopang langkah
Senyum yang aku rindu
Terima kasih, sebab kau pun mendampingi bapak dalam setia

Ketuaanmu mengajari aku kelembutan
Ketuaanmu bicara seakan keriput di wajahmu bukan catatan kegagalan
…tetapi deretan kisah yang mendamaikan
Ketuaanmu menjadi iringan lagu bagi jejakku

3 April 2007