Guyuran air ini bukanlah bukanlah hujan, sayang! Hanya tampias dari deru grojogan. Kamu tahu grojogan? Ya, air terjun. Aliran sungai yang menjumpai tebing; dan demi menuruti gaya gravitasi, air menghempaskan diri menuruni tebing, membentur bebatuan cadas di dasar tebing. Tuhan sungguh agung, bukan? Menciptakan gravitasi bukan hanya untuk membuat kita tetap menjejak bumi, tetapi juga untuk membuat tetesan kubik air ini menjadi pemandangan yang indah untuk kita nikmati.
Yang aku suka adalah suasana ini. Yang aku suka adalah air ini. Yang aku suka adalah DIKAU. Yang menciptakan semua ini; dan menciptakan dirimu untuk mengiringi.
Aku ingat, beberapa tahun yang lalu, dalam beberapa baris kata yang aku tulis, aku berjanji untuk kembali ke tempat ini. Dan aku sungguh kembali. Kali ini dengan dirimu yang tampak letih karena berjalan menyusuri setapak tebing sini. Semoga kesejukan dan kedamaian tempat ini bisa melegakan letihmu. Semoga bebatuan cadas pegunungan membuat kita semakin tegar menghadapi hari esok. Dan aku tak janji kali ini, mesti kembali atau tak lagi.