Tag

Ini Kamis. Tak ada yang spesial. Belum ada yang tampak spesial. Langit pagi di atas rumahku cerah biru, tapi di utara warna langit abu-abu. Mendung. Tapi semoga hari ini tidak hujan; semoga hari ini tidak seperti kemarin; hujan sampai semalam.
Berangkat ke tempat kerja seperti biasa. Njeglok presensi seperti biasa. 07.58 WIB. Ooops, dua menit lagi tet!
Memang tak ada yang spesial. Belum ada yang spesial sampai kami selesai menjalankan “ritual pagi”: Persekutuan Doa.
Hari ini kami merenungkan bab pentingnya memberi pujian pada orang lain. Berlatih memuji orang lain. Belajar mengutarakan pujian pada orang lain tanpa malu-malu, tanpa berpikir: “Ah, paling dia sudah tahu”.
Yah, aku belum memuji orang-orang di sekitarku, hari ini; juga kemarin.
Aku belum menyampaikan rasa terima kasih pada mereka.
Aku pun jarang memujimu, sayang….
Memuji caramu tersenyum…
Memuji setiap pilihan yang kau ambil
Memuji senandungmu…

Dan, soal “puji-memuji” pun turut diterapkan oleh seorang cleaning service di tempat kerjaku. Mengingatkan aku bahwa aku pun perlu memujinya, diiringi ucapan terima kasih. Terima kasih karena telah menciptakan tempat ini jadi bersih, nyaman, dan segar.

Yang terakhir, terima kasih karena sudah membaca tulisan ini. Membaca blog ini. Anda benar-benar baik karena membaca tulisan ini. Anda benar-benar (cukup) setia dengan blog ini. Dan, pasti tak sia-sia Anda menyelesaikan membaca tulisan ini.
Itu sudah!