Tag

Pohon natal tak harus mahal; hanya untuk mendapat yang tinggi dan daunnya lebat.
Pohon natal pun tak harus (cari) yang murah; sekadar memenuhi tuntutan bahwa orang kristiani “mesti” memasang pohon natal di rumah, lalu beli yang pendek, daunnya tak seberapa.

Minggu kemarin, sepulang Perjamuan Kudus di gereja, kami ke Kasongan, Bantul. Sengaja mau cari bahan untuk hiasan natal. Sebelum sampai di Kasongan, kami mampir di kawasan Alun-alun Utara Kraton, tepatnya di depan Masjid Agung. Ada yang menarik perhatian kami: sebuah vas yang cantik, warna hijau, tingginya sekitar 50 sentimeter. Harganya 25 ribu. Jadilah kami beli (karena vas dengan motif seperti itu tinggal satu-satunya, tak ada yang lain).

Perjalanan lanjut ke Kasongan. Pas pula cuaca hujan. Tapi pantang menyerah! Setelah keluar-masuk toko yang menjual aneka gerabah dan aksesori *cuci mata*, kami memantapkan niat untuk membeli beberapa bilah bambu (sesuai rencana semula). Bambu kecil-panjang kira-kira 1,5 meter. Semua ada 12, seharga 12 ribu.

Sudah.
Itu saja.
Kami pulang.
Sampai di rumah, langsung kami tata dan hias sana sini.
Lampu natal bertahun-tahun lalu, yang masih menyala meski tak berkedip, kami pasang.

Dan…
Yak…
Jadilah lampu natal seharga 37 ribu.
Tepat sore hari agak gelap, kami nyalakan lampunya.
Tak jelek-jelek amat *hehe*
Memuaskan.

Inilah kami.
Keluarga kecil yang ingin menikmati Natal dengan cara sederhana.
Keluarga kecil yang menyalakan Natal dengan lampu pijar yang meski tak kerlap kerlip tapi cukup terang. Supaya siapa pun yang lewat di depan rumah kami bisa melihat (atau setidaknya melirik pun boleh) bahwa di sini Kristus dirayakan!

Sambil berbaring di lantai dan memandangi pohon natal kami, kami berandai-andai …
Mungkin di sana, Tuhan pun memandang kita dan memandang pohon natal ini, dan berkata, “Baik sekali perbuatanmu itu, hai anak-anak-Ku yang baik dan setia, kalian telah mengingat AKU pada Natal kali ini, kalian telah memberi AKU kado sebuah pohon natal yang indah … Teruslah bersukacita, Anak-anak-Ku.”

Begitulah…
Kalau sempat, kalian mampirlah
Terima kasih, Yesus.

Custom Search