kepada senja aku menitipkan luka untuk kau jemput esok pagi
tapi, kepada awan-awan putih
aku menaburkan pula suka yang akan jadi obat bagi senyummu

kita sama-sama mencintai senja
yang menyeret angan pada warna yang sarat kenangan
kita pun sama-sama mencintai pagi
berjingkrak kegirangan-tangan tengadah
menghadang embun
hm …
bukankah engkau embun itu, sayang …
bukankah engkau yang membangunkanku pagi-pagi
bukankah engkau yang membelenggu dingin dalam kilaumu
yang menjadi penerjemah lembut
bagi warna-warna indah-hangat matahari
aku tak akan lupa itu

sebab aku mengingat
embusan angin
dedaunan jatuh
langit merah
sawah menguning
kepakan sayap burung
tapi yang penting …
lengkung manis dari bibirmu
yang tak habis dalam kenangan
itu menyempurnakan hati

kepada senja aku menitipkan luka untuk kau jemput esok pagi
sebab dalam dirimu ada senyum
yang tak usai mengantar suka
pada waktu dan jalanku yang liku panjang
yang lelah ingin pulang

010711