Tag

, , ,

aku tak dapat menghitungmu satu-satu
aku tak bisa mengejamu aksara demi aksara

kalau suatu ketika daun berguguran
matahari sore akan mengindahkannya
maka berjingkraklah terus di rerumputan hijau
menyempurnakan lelah yang terobati

kalau suatu ketika nanti aku datang
kuharap aku menjumpaimu di depan pintu
menghamparkan lengkung senyum manis
cukuplah itu untuk menyalakan keyakinan

aku tak fasih menghitungmu satu-satu
aku kesulitan mengeja aksaramu

kalau suatu ketika kita luang waktu
aku ingin merawati lelampuan malam
menyusuri jalan lengang siang-siang
bersama denganmu
sebab selalu ada cerita baru menutur dari
hidup sederhanamu

23 Desember 2011