Tag

, , , , ,

Pagi ini, sedikit berbeda–bahkan sangat berbeda. Mengantarmu bekerja, dan sesampainya di sana, pemandangan mengesankan itu begitu mencuri hati.

Lihat saja, ada opa-oma yang tersenyum lebar. Senyum seraya gumam sukacita menggandeng cucu mereka masuk ke sekolah. Si cucu, yang diapit opa-omanya, memang tak seriang mereka. Barangkali ada gelisah di hati si cucu, kenapa mereka yang mengantarkanku. Entahlah. Atau … ini hari pertamanya masuk sekolah. Entah juga.

Namun, sumingrah opa-oma itu layaknya tenaga yang menerangi pemandangan yang redup tanpa matahari pagi. Entah apa juga yang ada dalam benak mereka. Entah senyum itu senantiasa menghias wajah mereka. Sukacita dan cinta nan melimpah mengantarkan buah hati mereka. Mungkin di sekolah saja mereka senyum, sementara di tempat lain merengut. Bisa jadi.

Hanya saja, pemandangan itu sungguh mencuri hati. Pagi ini, aku (hanya) berdoa, supaya aku punya punya cinta yang besar seperti mereka. Cinta besar yang tentu bersumber dari Mahacinta. Cinta besar yang lahir dalam bentuk senyum sukacita di wajah: memandangi dan merawati siapa pun di sekelilingku; terlebih lagi cinta yang besar padamu dan Olan.