AirAsia Mewujudkan Langkah Kecilku Menjelajah Dunia

Tag

, , , , , ,

A journey of a thousand miles must begin with a single step. – Lao Tzu

Sewaktu masih kuliah, saya ingin punya sepeda motor sendiri. Namun, keinginan itu saya pendam karena saya tahu kondisi ekonomi keluarga. Saya hanya punya iman (langkah) “kecil” dan itu saya wujudkan dengan lebih dulu membuat Surat Izin Mengemudi (SIM). Beberapa tahun kemudian, keinginan saya terwujud. Saya bisa melenggang ke mana saja dengan kendaraan pribadi.

Peristiwa yang mirip dengan itu terjadi beberapa tahun kemudian. Saya punya keinginan untuk bisa pergi ke luar negeri dan setidaknya harus dengan biaya sendiri, alias bukan tugas dinas dan dibiayai perusahaan. Pasti akan beda rasanya. Dan, sebagaimana pengalaman membuat SIM, saya tahu bahwa harus ada langkah “kecil” yang saya ambil. Dan, langkah “kecil” saya kali ini ialah membuat passport. Ya, bagaimana saya bisa diizinkan ke luar negeri kalau saya tidak punya passport? Akhirnya, setelah melewati beberapa proses, passport pun jadi. Biayanya tidak terlalu mahal dan waktunya relatif cepat. Dan saya tahu, masa-masa menunggu kesempatan bisa ke luar negeri-lah yang tentu perlu waktu sangat lama dari sekadar menunggu passport jadi. Dan memang sangat lama.

Saya mengamati cerita beberapa kawan maupun dari berbagai blog tentang pengalaman ke luar negeri. Ya, mereka selalu mengincar tiket promo yang ditawarkan oleh maskapai berbiaya murah seperti AirAsia. Terbang bersama AirAsia bukanlah pengalaman baru bagi saya. Sejak AirAsia melayani penerbangan di Indonesia, saya sudah beberapa kali memanfaatkan jasa maskapai ini untuk bepergian pribadi maupun anggota keluarga, tentu saja rute domestik.

Pada titik ini, AirAsia mengubah hidup saya. Mengapa? Sebab berkat AirAsia, saat itu (ketika saya akan menikah) saya bisa “mendatangkan” beberapa anggota keluarga besar calon istri saya dari Medan (MES) menuju Yogyakarta (JOG) dengan biaya yang begitu murah. Jika menggunakan jasa maskapai lain, bisa dibayangkan berapa biaya yang mesti saya dan istri keluarkan untuk perjalanan Pergi-Pulang anggota keluarga besar? Tidak usah dihitung, karena pasti akan sangat besar. Kami senang, keluarga besar pun sukacita. Sampai disitukah AirAsia mengubah hidup saya?

Aha, saya masih punya impian—ke luar negeri. Menunggu dan menunggu, sampai-sampai saya tak lagi berpikir kapan hal itu akan terwujud (dan juga saya lupa kalau saya sudah punya passport yang sudah saya buat jauh-jauh hari). Sampai suatu saat …

Seorang kawan berburu tiket murah, rute Yogyakarta (JOG) ke Singapura (SIN). Semua bermula dari iseng kemudian ia memberi tahu saya bahwa ada tiket promo. Aha, ini dia. Berkabar dengan istri dan memberitahukan ketersediaan tiket itu. Hanya saja karena waktunya tidak memungkinkan untuk istri juga ikut berangkat, maka saya hanya pergi dengan satu orang kawan. Berburu beberapa saat dan … dapat! Tiket Pergi-Pulang (PP) yang sangat murah (harga promo) dari AirAsia akhirnya sampai di tangan. Fasilitas pembayaran yang mudah dan bahkan pada saat itu tersedia fasilitas cicilan dari bank yang bekerja sama dengan agen perjalanan. Luar biasa! Ya, luar biasa bagi saya. Punya kesempatan perdana ke luar negeri dengan biaya dari kantong sendiri.

Untuk hal apa pun, adalah baik untuk membuat sebuah langkah kecil. Saya menyebutnya “langkah iman” yang memungkinkan hal-hal lain bisa terwujud dalam kemurahan Tuhan—termasuk kesempatan saya bisa ke luar negeri yang menjadi pengalaman mengesankan.

Sebuah langkah kecil (membuat passport) dipadu dengan penawaran tiket promo dari AirAsia adalah kombinasi yang pas untuk mengubah hidupmu—hidup siapapun, termasuk mengubah hidup saya! Banyak negeri menunggu untuk dikunjungi, Kawan! Dan AirAsia memungkinkan kita mewujudkannya.

 

kita adalah …

Tag

, , , , , ,

engkau dan aku
adalah kita yang bertekat
mengalahkan waktu
tak membiarkan takluk
pada debu-debu
nan membutakan perjalanan
pada pematang-pematang sempit
yang menjadikan kita perlahan

engkau dan aku
adalah kita yang bertekad
mengiringi waktu
menerima setiap helai rambut memutih
sebagai anugerah
untuk menyimak bagaimana Tuhan
melukis kisah
memasrah setiap lekuk keriput
sebagai karunia
untuk menyimak bagaimana Tuhan
memahat cerita

engkau dan aku
adalah kita yang bertekad
menunggu pagi dan senja
dalam timangan Tuhan
tanpa merasa lupa
kepada satu sama lain
yang menjadikan kita lengkap

 

141113

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.